Jabar

11 Gurandil Korban Gas Beracun Gunung Pongkor Berhasil di Evakuasi

11 Gurandil Korban Gas Beracun Gunung Pongkor Berhasil di Evakuasi
Sejumlah petugas dari SAR saat hendak melakukan evakuasi Gurandil korban gas beracun. (Foto: istimewa)

KAB.BOGOR, BEBASberita.com - Teka teki jumlah korban paparan gas beracun di kawasan emas Gunung Pongkor Nanggung, Kabupaten Bogor akhirnya terungkap. Kapolda Jawa Barat, Irjen (Pol) Rudi Setiawan yang datang ke lokasi menyampaikan bahwa jumlah korban sebanyak 11 orang dan telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Pernyataan Kapolda ini sekaligus mempertegas bahwa seluruh korban tidak ada yang selamat.

"Alhamdulillah untuk Nanggung sudah 3 orang yang kami selamatkan, dan beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya," ujar Irjen Rudi kepada wartawan di Mapolsek Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (22/1/2026).

Peristiwa keluarnya gas beracun di kawasan emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor ini terjadi pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Para korban merupakan penambang emas tanpa izin atau biasa disebut 'Gurandil'.

Tak lama setelah kejadian, seorang pekerja selamat yang namanya dirahasiakan, menceritakan detik-detik dramatis kala asap pekat keluar di dalam lubang tambang. Ia berlari menuju untuk mencari udara sementara rekan - rekannya masih berada di dalam.

Berdasarkan data yang dihimpun, tragedi ini memukul rata tiga wilayah kecamatan di Bogor Barat. Korban tewas terbanyak berasal dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg. Keenam korban masing - masing bernama Firman, Beni Candra, Adun, Sony, Asri, dan Mubarok warga Kampung Cimapag Hilir.

Sementara korban dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya ada tiga orang. Mereka ialah, Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Sosok Isep menjadi sorotan karena diketahui baru pertama kali menambang demi mengumpulkan biaya pernikahan.

Sedangkan korban dari wilayah pribumi yakni Desa Malasari, Kecamatan Nanggung hanya dua orang. Dia adalah Karta dan Kari. "Untuk dua korban lokal Nanggung dari Desa Malasari. Mereka dievakuasi secara mandiri oleh warga sebelum aparat tiba," ucap sumber.

Editor : Igoen Josef