Banjir Subang Mulai Surut. Rorombeheun Dominasi Tren Penyakit Pengungsi
SUBANG, BEBASberita.com - Banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Subang sudah mulai surut sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah masing - masing. Aktifitas mereka saat ini membersihkan rumah dari material dan lumpur sisa banjir.
Cerita tentang banjir, tak lengkap rasanya jika tak menyoroti tren kesehatan dikalangan pengungsi. Seorang petugas Posko Kesehatan, Pamanukan, Nesah Nuraida, menginformasikan bahwa tren penyakit yang dikeluhkan pengungsi umumnya diare dan gatal pada tumit atau secara umum disebut rorombeheun atau dalam bahasa medis disebut Heel Fissures.
Warga korban banjir mulai membersihkan rumah dari material dan lumpur. (Foto: ist)
Menurut Nesah, selama banjir melanda dalam sehari Posko Kesehatan bisa melayani 200 orang. Namun khusus dihari ini, Minggu (31/1/2026), sampai pukul 17.30 WIB, Posko Kesehatan hanya melayani sedikitnya 50 orang, seiring berkurangnya jumlah pengungsi.
Nesah menuturkan, gangguan kesehatan yang menimpa warga pengungsi, seperti diare biasanya disebabkan karena gangguan pencernaan imbas dari makanan. Sementara rorombeheun diakibatkan dari kuman air.
"Kayanya bisa di maklumi ya pa. Ini kan banjir. Otomatis warga bersentuhan dengan air kotor dan tentu banyak kuman. Untuk itu bagi warga yang datang kesini (Posko Kesehatan) kami berikan salep dan tablet antibiotik," jelas Nesah saat ditemui di Posko Kesehatan Pamanukan.
Sekedar informasi, banjir yang melanda delapan kecamatan di wilayah Pantura Subang ini akibat tingginya intensitas hujan yang turun beberapa hari terakhir yang kemudian memicu meluapnya Sungai Cipunagara dan beberapa anak sungai lainnya.
Banjir merendam ribuan rumah warga dan memaksa puluhan ribu penghuninya untuk mengungsi. Sejauh pengamatan, saat ini disebagian wilayah terdampak sudah mulai surut. Kendati demikian Pemerintah Kabupaten Subang melalui BPBD dan unsur lainnya masih terus mengawasi seiring cuaca ekstrem yang tidak bisa di prediksi.
Editor : Redaksi
TERPOPULER