Kab.Simalungun

Pekerja SPPG di Simalungun jadi Korban Pelecehan, Suami Ngadu ke Polisi

Pekerja SPPG di Simalungun jadi Korban Pelecehan, Suami Ngadu ke Polisi
Korban pelehan saat memberikan aduan ke polisi. (Foto: ist)

SIMALUNGUN, BEBASberita.com - Warga Huta Purwosari Atas, Nagori Dolok Mainu Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun akhir - akhir ini tengah dihebohkan dengan adanya dugaan pelecehan seksual terhadap tiga perempuan muda pekerja dapur SPPG MBG yang berlokasi di wilayahnya.

Pelaku disebut - sebut merupakan assisten lapangan SPPG tersebut berinisial SG. Terkait masalah dugaan pelecehan seksual ini, pada Jumat 6 Maret 2026 suami salah satu korban, juga dikabarkan telah menindaklanjutinya dengan membuat pengaduan ke Polres Simalungun.

Terungkapnya kasus dugaan pelecehan seksual tersebut, mencuat setelah salah seorang korban melaporkan kejadian yang dialaminya pada suami. Antara pelaku dan korban juga dikabarkan telah duduk bersama disaksikan oleh aparat Babinsa dan nagori setempat.

Dalam pertemuan itu, pihak korban sepakat tidak akan melanjutkan masalah tersebut ke pihak berwajib. Demikian juga dengan pelaku, dia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Kesepakatan dibuat dalam secarik kertas dengan tulisan tangan dan para pihak menandatanganinya di atas matrai.

Pengaduan menyusul setelah salah seorang suami korban inisial B, mengaku tidak merasa dilibatkan dalam pertemuan tersebut. Saat berbincang, B mengungkapkan bentuk perbuatan tidak serenok yang dialami istrinya.

"Bentuk pelecehannya seperti, mukul bokong, cubit pipi bahkan sampai narik celana. Dan buat saya ini bukan saja pelecehan tapi juga penghinaan," ujar B kepada awak media, belum lama ini.

Bagi masalah yang menimpa istrinya bukan saja pelecehan tetapi sebuah bentuk penghinaan terhadap dirinya. Oleh karenanya B ingin masalah tersebut diselesaikan secara hukum. Setidaknya dengan begitu, akan ada efek jera terhadap pelaku.

"Saya tetap akan mambawa masalah ini ke pihak berwajib. Ini bukan saja pelecehan terhadap istri saya tetapi juga penghinaan. Selain itu, biar ada efek jera juga buat pelakunya," tandasnya.

Sekedar informasi, SPPG atau Dapur MBG yang menjadi tempat munculnya masalah disebut - sebut milik anak dari seorang pejabat di lingkungan Pemkab Simalungun.

Editor : Igoen Josef