Kendarai GL Pro Lansia di Simalungun Tertabrak Mobil L300 Hingga Tewas
SIMALUNGUN, BEBASberita.com - Seorang lansia bernama Anggiat Pandiangan (71) meninggal dunia usai sepeda motor yang dikendarainya tertabrak sebuah mobil di KM 19-20, Jalur Pematang Siantar - Medan, tepatnya di Nagori (Desa) Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Simalungun, IPDA Yancen Hutabarat yang dikonfirmasi membenarkan adanya laka lantas tersebut. Menurut dia, insiden yang menghebohkan warga ini terjadi pada Jumat (23/1/2026), lalu, dimana saat itu korban yang mengendarai motor GL Pro tanpa pelat nomor menabrak belakang bus sebelumnya akhirnya tertabrak mobil lain yang datang dari arah berlawanan.
Dikasus ini, Sat Lantas Polres Simalungun telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hasilnya, bahwa kecelakaan tersebut bermula saat korban yang mengendarai motor melaju dengan kecepatan sedang dari arah Pematang Raya menuju Medan.
Setiba di TKP, diduga korban berusaha menyalip bus Mopen FA PMS Nopol BK 1507 WG yang berhenti untuk menurunkan penumpang namun gagal. Motor korban menabrak belakang bus lalu oleng dan terjatuh ke kanan. Sementara dari arah berlawan muncul mobil Mitsubishi L300 Nopol BB 8551 LA yang dikemudikan Alex Reynaldo Hutabarat (27). Tabrakan pun tak terelakan, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Kami terima laporan pukul 15.00 WIB. Lalu saya berkoordinasi dengan Kapolsek Serbalawan AKP Gunawan Sembiring. Kami berdua memimpin tim ke TKP untuk olah TKP, atur lalu lintas, dan amankan barang bukti," ungkapnya.
Menurut IPDA Yancen, selain motor korban tidak berplat nomor dan STNK korban sendiri tidak memiliki SIM. Dia pun memastikan pihaknya akan memproses insiden kecelakaan lalu lintas ini sesuai hukum yang berlaku untuk menentukan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat.
"Kami akan proses kasus ini sesuai hukum. Kami akan klarifikasi semua pihak, termasuk soal tidak ada SIM dan STNK. Keadilan harus ditegakkan," pungkasnya.
Editor : Igoen Josef
TERPOPULER