Info Bandung Raya

Balai RW Longsor, 10 Ton Beras dan Ratusan Bungkus Minyak Goreng untuk KPM Hanyut ke Sungai

Balai RW Longsor, 10 Ton Beras dan Ratusan Bungkus Minyak Goreng untuk KPM Hanyut ke Sungai
Hampir separuh bangunan Balai RW yang berada di belakang Kantor Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung terbawa longsor.

KAB.BANDUNG, Bebasberita.com - Hampir separuh bangunan Balai RW 07 yang berada di belakang Kantor Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung terbawa longsor, Senin (25/5/2026) sore.

Selain merobohkan bangunan Balai RW, longsor juga berhasil menggerus puluhan ton beras dan ratusan bungkus minyak goreng yang sedianya akan didistribusikan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Peristiwa terjadi akibat derasnya air Sungai Citalugtug imbas dari tingginya curah hujan yang mengguyur dari siang hingga malam. Hingga hari ini, Selasa (26/5/2026), hujan masih mengguyur kawasan Arjasari.

Sekedar gambaran, bangunan Balai RW tersebut berada di belakang Kantor Desa Batukarut. Letaknya persis dibibir Sungai Citalugtug. Longsor yang melanda membuat hampir separuh bangunan dan puluhan ton beras serta ratusan bungkus minyak goreng hanyut terbawa air sungai.

Camat Arjasari Dian Wiradana yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15:30 WIB. Selain merobohkan bangunan Balai RW 07, 10 ton beras dan ratusan bungkus minyak goreng ikut terbawa longsor.

“Kejadian longsor di Desa Batukarut mengakibatkan satu buah bangunan Balai RW yang digunakan untuk menyimpan beras dan minyak kelapa untuk dibagikan kepada warga penerima manfaat. Bangunannya langsung masuk ke aliran Sungai Citalutug,” ujarnya.

Dian mengaku pihaknya telah menghubungi Bulog untuk meminta penggantian. Selain itu, ia juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan Dinas PUTR Kabupaten Bandung serta BBWS.

“Pihak BPBD sudah melakukan assesmen dan menghitung kerugian dari dampak tersebut. Kejadian ini diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur sejak kemarin sore,” jelasnya.

Dian pun memastikan, longsor tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut," ujarnya.

Menutup pembicaraan Dian mengimbau kepada warga Arjasari untuk lebih waspada dan menjaga lingkungan, terutama memasuki musim pancaroba yang rawan bencana.

“Harapan kepada warga masyarakat Arjasari supaya bisa lebih menjaga lingkungannya dari berbagai bencana pada musim pancaroba ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tim BPBD masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Editor : Igoen Josef