Info Sukabumi Raya

Ketua Baznas Kab.Sukabumi Beberkan Alasan Proyek Rumah Sehat yang Terhenti

Ketua Baznas Kab.Sukabumi Beberkan Alasan Proyek Rumah Sehat yang Terhenti
Ketua BAZ kabupaten Sukabumi Dr. H. Unang Sudarma, SH. M.Si didampingi jajarannya saat menghadapi pengunjukrasa. (Foto: nanang setiawan)

KAB.SUKABUMI, BEBASberita.com - Ketua BAZ kabupaten Sukabumi Dr. H. Unang Sudarma, SH. M.Si mengungkapkan alasan kenapa proyek pembangunan Rumah Sehat Baznas tidak berjalan. Menurut dia, proses pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) hingga saat ini masih terus berjalan.

"Agar dapat dipahami bahwa proses pembangunan RSB Bebeza, dilakukan secara swadaya (berdasarkan himpunan dana ZIS dari masyarakat) sehingga proses pembangunannya sangat tergantung terhadap dana ZIS yang dikumpulkan dari masyarakat, khususnya pengumpulan dana yang dilakukan melalui kupon infaq Rp.5.000,- pengumpulannya dilakukan melalui UPZ setiap bulan Ramadhan,” jelas Ketua Baznas dihadapan massa mahasiswa yang menuntut tranfaransi terkait pengelolaan dana ummat yang dikelola Baznas Kabupaten Sukabumi, di depan kantor Baznas Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026).

Lebih jauh, Aang (panggilan akrab ketua Baznas Kabupaten Sukabumi) juga menjelaskan, bahwa proses pembangunan RSB telah mencapai ±60 % dan telah menyerap dana Rp7,5 miliar dari Rp14,2 miliar total anggaran yang direncanakan. Untuk itu ia berharap partisipasi masyarakat agar proses pembangunan RSB Bebeza dapat diselesaikan tahun ini.

Adapun dalam hal pengumpulan dan pendistribusian dana ZIS yang bersumber dari masyarakat, khususnya zakat ASN, Aang menjelaskan bahwa dana yang terhimpun, di distribusikan kembali kepada masyarakat melalui beberapa layanan seperti Layanan Bidang Kesehatan, Layanan Bidang Pendidikan, Layanan Bidang Kemanusiaan, Layanan Bidang Ekonomi, dan Layanan Bidang Dakwah-Advokasi.

Pada tahun 2025 lalu, pendistribusian dana ZIS masing-masing pada Layanan Bidang Kesehatan terdapat 3.475 penerima manfaat, Layanan Bidang Pendidikan terdapat 242 penerima manfaat, Layanan Bidang Kemanusiaan terdapat 38.755 penerima manfaat, Layanan Bidang Ekonomi terdapat 326 penerima manfaat, dan Layanan Bidang Dakwah-Advokasi 6.820 penerima manfaat,” bebernya.

Untuk diketahui, kedatangan massa mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Solidaritas Independen Mahasiswa dan Pemuda Utilitarianisme (SIMPUL) ke ke Baznas Kabupaten Sukabumi untuk meminta Baznas Kabupaten Sukabumi melakukan evaluasi dan terbuka dalam hal pengelolaan dana ummat.

Koordinator SIMPUL Sukabumi, Norman Irawan, dalam orasinya mempertanyakan mangkraknya pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Bebeza, dimana menurutnya hingga saat ini belum menunjukkan kejelasan penyelesaian sebagaimana target yang sebelumnya direncanakan.

SIMPUL Sukabumi menilai, proyek fasilitas pelayanan kesehatan berbasis kepedulian sosial ini, seharusnya dapat diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan menjadi sajian polemik, akibat minimnya keterbukaan informasi kepada publik, kata Norman.

Aksi yang dilakukan SIMPUL ini bukan bentuk penolakan terhadap zakat maupun lembaga sosial keagamaan, melainkan bentuk kepedulian masyarakat sipil agar pengelolaan dana umat dilakukan secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab.

“Kami juga mempertanyakan transparansi penghimpunan zakat ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang bersumber dari masyarakat,” ujarnya.

Sebagai langkah keterbukaan (transparansi) yang lebih baik, Ketua Baznas menyampaikan bahwa pada masa-masa yang akan datang, Baznas akan menyampaikan berbagai aktivitasnya dalam pengelolaan dana ummat melalui laman website Baznas Kabupaten Sukabumi.

Editor : Igoen Josef