Gubernur Jabar Beri Konfensasi ke 457 Penyapu Uang Koin di Jembatan Seweharjo
SUBANG, BEBASberita.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan konfensasi ke ratusan warga penyapu uang koin di Jembatan Jembatan Sewoharjo, Subang - Indramayu.
Langkah ini diambil sebagai upaya agar warga berhenti melakukan kegiatannya. Uang konfensasi tersebut besarnya Rp400 ribu disalurkan ke 457 orang penyapu uang koin yang ditertibkan, Kamis (19/3/2026).
Namun demikian, pemberian uang 'kadeudeuh' dari Gubernur Jabar tersebut rupanya tak sepenuhnya bisa menghentikan kagiatan mereka. Di sejumlah titik terlihat beberapa orang dengan sapu khasnya kembali menunggu uang koin yang dilempar dari para pengendara.
Diketahui, aktifitas penyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo kian meresahkan, menyusul pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 2026. Kegiatan mereka dinilai membahayakan dan mengganggu lalu lintas. Bahkan, jumlahnya pun sangat banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Aparat juga sudah sering melakukan penertiban bahkan preventif, namun sayangnya mereka seperti tak ada kapok - kapoknya. Dalil tradisi yang kemudian membawa mereka kembali ke jalan.
"Ini mah kaya kucing - kucingan aja pak. Kalau ada petugas mereka ga ada di jalan, tapi kalau ga ada petugas mereka ramai-ramai ke jalan lagi," ujar salah seorang warga sekitar Jembatan Sewoharjo.
Menurut sumber, warga penyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo bukan sepenuhnya warga setempat. Banyak diantara mereka yang sengaja datang untuk sekedar mencari peruntungan meski cara yang mereka lakukan penuh dengan resiko.
Sumber juga mengaku tidak mengerti, dimusim Lebaran tahun ini jumlah penyapu uang koin tersebut sangat banyak. "Ini kayanya pemandangan paling parah ya. Jumlah mereka (penyapu uang koin) sangat banyak. Padahal tahun - tahun sebelumnya ga kaya gini," tambahnya.
Sebagai warga setempat, sumber juga mengaku risi dengan aktifitas warga yang disebutnya 'memalukan'. "Ini bukan saja membahayakan tapi juga memalukan," tandasnya.
Sekedar informasi, memasuki H -1 Idul Fitri, suasana di jalan raya pantura cenderung lengang. Aktifitas hanya dari warga setempat yang hendak berbelanja.
Editor : Redaksi
TERPOPULER